Rudal Iran Serang Israel – Target Intelijen, Bangunan RS Hancur
Be’er Sheva, Kamis, 19 Juni 2025 — Iran melancarkan serangan rudal yang mengenai Soroka Medical Center di Be’er Sheva, Israel selatan. Gedung rumah sakit hancur dan puluhan orang luka-luka. Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa dampak paling parah terjadi pada infrastruktur medis.Namun, Teheran melalui IRGC (Korps Pengawal Revolusi Iran) menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah markas Intelijen militer Israel (IDF C4I) yang berada di kompleks Gav‑Yam Technology Park dekat RS . IRGC menjelaskan, “target utama adalah pangkalan komando dan intelijen, bukan rumah sakit,” dan menyatakan bahwa RS hanya terkena gelombang kejut.
“The main target of the attack was the Israeli Army Command and Intelligence Base… the hospital was exposed only to the blast wave,” lapor IRNA
Eskalasi Timbal Balik — Israel Gempur Fasilitas Nuklir Iran
Respons militer Israel datang cepat. Serangan udara diarahkan ke fasilitas nuklir Iran, termasuk reaktor berat air di Arak (Khondab) dan situs nuklir di Natanz . Kementerian Pertahanan Israel menyebut operasi “menargetkan segel inti reaktor” guna mencegah produksi plutonium
Serangan balasan Iran adalah lanjutan dari rentetan rudal sejak empat hari sebelumnya, di mana puluhan orang di Israel luka dan sejumlah infrastruktur sipil ikut terdampak
Serangan Intelijen — Mossad Jadi Sasaran?
Media Iran dan Anadolu Authority seperti CNB Indonesia melaporkan bahwa rudal tersebut juga menargetkan markas Mossad di Tel Aviv . Video beredar yang menunjukkan serpihan dan asap di area markas intelijen Israel.
Kerusakan & Korban
-
Di Soroka Medical Center, setidaknya puluhan luka-luka; laporan awal menyebut 40+ orang, dengan beberapa yang kritis.
-
Serangan udara Israel ke Iran memicu 639 korban tewas menurut Human Rights Activists, mayoritas adalah warga sipil .
-
Serangan lanjutan Iran telah membuat lebih dari 240 orang terluka dengan kerusakan pada fasilitas sipil dan infrastruktur publik .
Ancaman & Tanggapan Politik
-
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mendesak peningkatan tekanan, bahkan menyebut kemungkinan untuk “mengeliminasi” pemimpin tertinggi Iran.
-
Iran memperingatkan bakal mengambil “semua opsi di atas meja” jika AS ikut campur.
-
Uni Eropa, PBB, China, dan Rusia menyerukan gencatan senjata, menyuarakan keprihatinan atas implikasi regional. Namun, jurang diplomasi makin melebar .
Serangan Iran ke Be’er Sheva adalah bagian dari pola serangan rudal berulang sejak konflik memuncak pertengahan Juni 2025, dengan klaim sasaran intelijen dan bukan rumah sakit. Israel membalas dengan operasi udara langsung ke situs nuklir Iran, menandai eskalasi militer berbahaya. Korban sipil sudah banyak, diplomasi berada di jalan buntu, dan risiko de-eskalasi makin sulit tercapai.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar