Israel Lumpuhkan Rudal Iran Pakai ‘Ketapel Nabi Daud’, Ternyata Canggih
Tel Aviv, 19 Juni 2025 – Sistem pertahanan udara Israel kembali mencuri perhatian dunia usai berhasil melumpuhkan rudal balistik Iran dalam serangan terbaru. Teknologi yang digunakan bukan sistem Iron Dome seperti biasanya, melainkan senjata canggih bernama “David’s Sling” atau dikenal juga sebagai Ketapel Nabi Daud.
Rudal-rudal Iran yang diluncurkan sebagai respons atas serangan Israel ke situs nuklir Arak dan Natanz, berhasil dicegat di udara oleh David’s Sling sebelum mencapai wilayah sipil. Ini menandai salah satu penggunaan sistem pertahanan canggih tersebut dalam skala penuh di tengah eskalasi militer yang semakin meningkat antara kedua negara.
Apa Itu David’s Sling?
David’s Sling (Ketapel Nabi Daud) adalah sistem pertahanan udara jarak menengah hingga jauh yang dikembangkan oleh Israel bekerja sama dengan Amerika Serikat, melalui perusahaan Rafael Advanced Defense Systems dan Raytheon.
Berbeda dari Iron Dome yang efektif untuk roket jarak pendek, David’s Sling dirancang khusus untuk menahan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone kecepatan tinggi. Rudal pencegat utamanya bernama Stunner Missile, yang diklaim memiliki kemampuan manuver sangat tinggi dan radar pintar untuk mendeteksi serta menghancurkan target udara dalam waktu sangat singkat.
Aksi Nyata di Langit Timur Tengah
Dalam serangan yang terjadi Rabu malam waktu setempat, beberapa rudal Iran terpantau mengarah ke wilayah Tel Aviv dan Be'er Sheva. Militer Israel menyatakan bahwa sistem David’s Sling berhasil:
-
Mendeteksi rudal balistik dalam 30 detik pertama peluncuran
-
Meluncurkan 2 rudal Stunner ke udara dengan akurasi tinggi
-
Menghancurkan rudal di ketinggian sebelum mencapai target strategis
Rekaman video dari penduduk lokal menunjukkan cahaya terang melengkung di langit malam diikuti suara dentuman keras – indikasi keberhasilan sistem pencegat bekerja.
Perbandingan: David’s Sling vs Iron Dome vs Arrow
| Sistem | Jarak Jangkau | Target | Status |
|---|---|---|---|
| Iron Dome | 4 – 70 km | Roket jarak pendek | Aktif sejak 2011 |
| David’s Sling | 40 – 300 km | Rudal balistik, jelajah | Aktif sejak 2017 |
| Arrow 2 & 3 | 500 – 2000+ km | Rudal balistik antar-benua (ICBM) | Digunakan saat ancaman ekstrem |
Sementara Iron Dome dirancang untuk ancaman dari kelompok seperti Hamas dan Hizbullah, David’s Sling ditujukan untuk menghadapi kekuatan militer negara seperti Iran.
Mengapa Disebut Ketapel Nabi Daud?
Nama “David’s Sling” merujuk pada kisah legendaris Nabi Daud yang mengalahkan Goliath hanya dengan ketapel – simbol dari strategi cerdas dan kemenangan pihak yang tampaknya lemah atas kekuatan besar. Dalam konteks ini, Israel menggambarkan sistem ini sebagai simbol ketangguhan dan kesiapan menghadapi musuh yang memiliki persenjataan lebih besar, seperti Iran.
Reaksi Dunia Internasional
Serangan Iran dan respons Israel memicu kekhawatiran komunitas internasional. PBB, Uni Eropa, dan Amerika Serikat menyerukan de-eskalasi, sementara negara-negara Teluk mengecam peluncuran rudal ke wilayah sipil.
Sementara itu, pejabat senior pertahanan AS memuji keberhasilan sistem David’s Sling dan menyebutnya sebagai “game changer dalam pertahanan udara modern di wilayah konflik.”
Keberhasilan David’s Sling dalam menggagalkan serangan rudal Iran bukan hanya menunjukkan kemajuan teknologi militer Israel, tapi juga memberi sinyal kuat bahwa negara itu siap menghadapi serangan strategis dengan sistem pertahanan berlapis.
Meski ketegangan terus meningkat, publik internasional berharap agar kekuatan teknologi ini lebih digunakan untuk mencegah korban, bukan memperpanjang konflik. Dan dalam kisah modern ini, “ketapel Nabi Daud” terbukti bukan sekadar mitos – tapi senjata nyata di langit Timur Tengah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar