Asahan, Sumatera Utara — Suasana di Desa Jambur Pulau, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, mendadak mencekam pada Minggu sore (25/5/2025) saat Tim Opsnal Satreskrim Polres Asahan melakukan penggerebekan terhadap komplotan pencurian dengan pemberatan (curat) lintas kabupaten. Salah satu tersangka, Fredi Sanjaya (31), tewas tertembak setelah mencoba melarikan diri ke arah persawahan.
Menurut keterangan kepolisian, tim sudah memberikan tembakan peringatan ketika Fredi terlihat hendak kabur. Namun, saat ia membungkuk dan berusaha melompat melewati saluran irigasi sawah, peluru mengenai bagian belakang kepala Fredi. Ia tewas di tempat kejadian.
Jenazah Fredi kemudian dibawa ke Rumah Sakit Melati untuk proses visum sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga pada malam hari. Ia dimakamkan keesokan harinya di kampung halamannya di Binjai.
Dikejar Polisi Sejak Lama: Komplotan Curat Berjaringan
Kapolres Asahan melalui Kasat Reskrim menjelaskan bahwa Fredi merupakan anggota aktif dalam komplotan pencuri profesional yang telah beroperasi di beberapa kabupaten di Sumatera Utara. Mereka tidak hanya menyasar rumah kosong, tetapi juga toko-toko kelontong, gudang hasil pertanian, hingga kendaraan warga.
Empat pelaku lainnya telah berhasil diamankan dalam penggerebekan sebelumnya, yaitu:
-
Agam (45), diduga otak perencanaan
-
Sopian Jordi Ginting (33), spesialis pengintai lokasi
-
Pujianto (57), berperan sebagai dukun spiritual yang memberi "mantra" sebelum beraksi
-
dan Fitri (29), istri Pujianto, yang bertugas sebagai penyedia tempat persembunyian.
Dalam beberapa kesempatan, kelompok ini bahkan melakukan aksi pencurian berani di siang hari dengan menggunakan mobil hasil sewaan.
Mistik di Balik Kejahatan: Peran Sang Dukun
Yang cukup mencengangkan, menurut hasil penyelidikan sementara, kelompok ini meyakini bahwa Pujianto sebagai “dukun spiritual” dapat melindungi mereka dari tertangkap. Beberapa alat ritual seperti kemenyan, kain mori, hingga boneka berbentuk manusia kecil ditemukan di lokasi persembunyian.
Kasat Reskrim menyebutkan bahwa para pelaku rutin melakukan ritual “penyembunyian diri” sebelum melancarkan aksi pencurian, termasuk mandi kembang dan pembacaan mantra. "Ini bukan hal baru. Banyak kelompok kriminal yang masih percaya praktik spiritual bisa membuat mereka kebal atau tidak terlihat oleh aparat," ujarnya.
Upaya Melawan Saat Ditangkap: Rumah Nyaris Terbakar
Sementara itu, menurut pengakuan Kepala Dusun III, Muhammad Siddik, suasana penangkapan sempat menegangkan. Dua pelaku di dalam rumah sempat menyiramkan bensin dan membakar beberapa bagian rumah, diduga untuk mengalihkan perhatian petugas agar tersangka lainnya bisa melarikan diri.
"Untung polisi cepat bertindak. Api tidak sampai meluas, tapi cukup membuat warga sekitar panik," jelas Siddik.
Warga menyaksikan sendiri proses penyergapan yang berlangsung cepat dan penuh ketegangan. Beberapa anak-anak sempat diamankan dari sekitar lokasi karena dikhawatirkan terkena imbas.
Proses Pemakaman dan Sikap Keluarga
Pihak keluarga Fredi terlihat terpukul. Jenazah tiba di rumah duka di Binjai menjelang tengah malam. Menurut warga sekitar, Fredi memang dikenal menyendiri dan jarang terlihat di lingkungan sejak beberapa tahun terakhir.
"Ibunya shock berat. Mereka baru tahu kalau Fredi masuk komplotan pencurian setelah diberi kabar oleh polisi," ujar salah satu kerabat.
Pemakaman dilakukan secara sederhana di pemakaman umum desa, dihadiri keluarga inti dan beberapa kerabat dekat. Polisi juga hadir mengawasi jalannya proses pemakaman.
Polisi Masih Memburu Pelaku Lain
Meski lima orang sudah berhasil diamankan, kepolisian menyatakan penyelidikan belum selesai. Diduga masih ada satu atau dua orang yang terlibat dalam jaringan tersebut dan kini menjadi buronan.
"Kami akan terus kejar siapa pun yang terlibat. Termasuk penadah hasil curian dan mereka yang membantu persembunyian kelompok ini," kata Kasat Reskrim.
Beberapa barang bukti seperti peralatan congkel, sepeda motor, serta benda-benda spiritual telah diamankan untuk kebutuhan proses hukum. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya jejaring antarprovinsi dalam operasi kelompok ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar