Full width home advertisement

HEADLINE

Post Page Advertisement [Top]

Gunung Lewotobi Meletus Dahsyat, Sejumlah Desa Dihantam Hujan Batu

Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik ekstrem pada Senin pagi, 7 Juli 2025. Letusan dahsyat tersebut terjadi sekitar pukul 11.05 WITA, memuntahkan kolom abu setinggi lebih dari 18 kilometer di atas puncak dan menyelimuti wilayah sekitar dalam abu vulkanik dan hujan kerikil.

Letusan Terbesar dalam Satu Dekade

Badan Geologi mencatat bahwa letusan kali ini merupakan yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Kolom abu membumbung setinggi ±19.500 meter di atas permukaan laut, diikuti dentuman keras dan awan panas yang meluncur ke arah utara dan timur laut sejauh 5 kilometer.

"Letusan terdengar sangat kuat, seperti suara bom besar, dan langsung diikuti getaran serta langit menghitam," ujar Yanuarius, warga Desa Boru yang menjadi salah satu lokasi terdampak terparah.


Hujan Batu dan Abu: Puluhan Desa Terpapar

Letusan memicu hujan lapili (batu kerikil vulkanik) di sejumlah desa, di antaranya:

  • Flores Timur: Boru, Hokeng Jaya, Klatanlo, Nawakote

  • Kabupaten Sikka: Hikong, Kringa, Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, dan Bogantar

Banyak warga mengaku panik saat atap rumah mereka terdengar dipukul keras oleh jatuhan kerikil panas. "Langit tiba-tiba gelap gulita selama lebih dari 10 menit. Kami hanya bisa bersembunyi di dalam rumah," tutur Nela, warga Desa Nawakote.


Status Awas dan Peningkatan Zona Bahaya

Badan Geologi telah menaikkan status Gunung Lewotobi ke Level IV (Awas). Radius zona bahaya juga diperluas menjadi:

  • 6 kilometer dari pusat kawah untuk arah timur laut, timur, tenggara, dan selatan.

  • 8 kilometer untuk sektor utara dan barat laut, mengingat potensi awan panas.

Warga diminta untuk segera mengungsi jika berada dalam radius bahaya dan tidak melakukan aktivitas apapun di dekat lereng gunung.


Dampak Transportasi dan Aktivitas Ekonomi

Letusan berdampak langsung terhadap penerbangan domestik dan regional, dengan puluhan jadwal dibatalkan karena gangguan abu vulkanik yang menyebar hingga ratusan kilometer. Bandara Frans Seda di Maumere mengalami keterlambatan dan pembatalan penerbangan akibat jarak pandang rendah dan potensi bahaya bagi mesin pesawat.

Aktivitas ekonomi warga di sektor pertanian dan perikanan pun terganggu. Tanaman tertutup abu, sementara perahu nelayan enggan melaut karena kondisi langit gelap dan debu tebal.


Warga Mengungsi dan Butuh Bantuan Mendesak

Ratusan warga kini mulai dievakuasi ke lokasi pengungsian yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah, BPBD, dan relawan. Kebutuhan mendesak meliputi:

  • Masker dan alat bantu pernapasan

  • Air bersih dan logistik makanan

  • Obat-obatan dan bantuan trauma healing

Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat dan mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi palsu di media sosial.


Catatan Aktivitas Sebelumnya

Gunung Lewotobi Laki-laki terakhir meletus besar pada November 2024, yang menyebabkan 9 orang meninggal dunia dan ratusan rumah rusak. Sejak itu, gunung ini terus mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.


Imbauan Resmi

Masyarakat diimbau untuk:

  • Tidak melakukan aktivitas dalam radius zona bahaya

  • Menggunakan masker untuk mencegah gangguan pernapasan

  • Mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BMKG, dan BPBD

Informasi terkini dapat diakses melalui kanal resmi PVMBG dan Kominfo, serta siaran darurat dari RRI dan pemerintah daerah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]