Kuaro, Kabupaten Paser – Kamis, 22 Mei 2025 – Sebuah insiden lalu lintas menggemparkan warga sekitar Terminal Kuaro, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Seorang pemuda yang diduga merupakan anak punk menjadi korban tabrakan setelah mencoba menghentikan kendaraan untuk menumpang menuju Penajam Paser Utara (PPU). Peristiwa tersebut terjadi pada sore hari, sekitar pukul 16.30 WITA.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi mata dan informasi awal dari pihak kepolisian, korban saat itu terlihat berdiri di tepi jalan poros dekat Terminal Kuaro. Ia terlihat mencoba menghentikan beberapa kendaraan yang melintas, diduga dengan maksud mencari tumpangan ke arah Penajam Paser Utara.
Tanpa diduga, sebuah kendaraan pick-up jenis Daihatsu Grand Max dengan nomor polisi KT 8220 EN, yang datang dari arah simpang Kuaro, melaju cukup cepat dan tidak sempat menghindari korban yang berdiri terlalu ke tengah badan jalan. Akibatnya, tabrakan pun tidak dapat dihindari. Korban terpental dan langsung tergeletak di badan jalan, mengalami luka cukup serius terutama di bagian kepala.
Kondisi Korban
Setelah kejadian, warga sekitar dan pengemudi kendaraan lain segera memberikan pertolongan pertama dan melaporkan kejadian kepada pihak berwajib. Petugas dari Puskesmas Kuaro yang datang tak lama kemudian langsung mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Korban dikabarkan mengalami luka berat di bagian kepala dan dalam kondisi tidak sadar saat dievakuasi. Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap korban masih belum diketahui karena tidak ditemukan identitas diri yang dibawa oleh korban saat kejadian. Pihak berwajib mengimbau kepada masyarakat yang kehilangan anggota keluarga atau mengenal ciri-ciri korban untuk segera menghubungi Polsek Kuaro.
Reaksi Warga dan Media Sosial
Rekaman video pasca-kejadian yang menampilkan kondisi korban setelah tertabrak langsung menyebar luas di berbagai platform media sosial. Salah satu akun Instagram lokal, @radarpaserdigital, membagikan video yang memperlihatkan kondisi korban yang tergeletak dan proses evakuasi oleh warga dan petugas medis.
Banyak warganet yang menyampaikan rasa prihatin atas kejadian ini. Beberapa mengingatkan pentingnya keselamatan di jalan dan mendesak pemerintah daerah untuk menyiapkan pos pengamanan di titik-titik rawan penumpang gelap atau pejalan kaki.
Tanggapan Kepolisian
Kapolsek Kuaro, melalui keterangan tertulisnya, membenarkan adanya kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang pejalan kaki dengan kendaraan roda empat jenis pick-up. "Kami telah menerima laporan dan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kami juga sedang berusaha mengidentifikasi korban dan mencari saksi-saksi tambahan," ujarnya.
Pihaknya juga menegaskan bahwa kasus ini akan ditindaklanjuti secara hukum sesuai prosedur, termasuk meminta keterangan dari pengemudi pick-up dan menyelidiki kemungkinan adanya kelalaian dalam berkendara.
Imbauan Keselamatan
Kepolisian dan pihak terkait mengimbau masyarakat, terutama yang sering bepergian dengan cara menumpang (hitchhiking), agar lebih berhati-hati dan tidak melakukan aksi berbahaya di tengah jalan raya. "Keselamatan diri harus menjadi prioritas. Jangan memaksakan diri menumpang di jalan umum yang ramai dan berisiko tinggi," tegas petugas.
Dinas Perhubungan Kabupaten Paser juga diminta untuk melakukan pemantauan dan penyuluhan kepada kelompok-kelompok jalanan, termasuk anak punk, agar tidak mencari tumpangan secara sembarangan di titik-titik rawan lalu lintas.
Penutup
Kejadian tragis ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Baik pengemudi maupun pejalan kaki harus saling menghormati aturan lalu lintas dan menjaga kewaspadaan setiap saat.
Pihak keluarga atau masyarakat yang memiliki informasi mengenai identitas korban dipersilakan menghubungi Polsek Kuaro atau datang langsung ke Puskesmas Kuaro untuk membantu proses identifikasi.
Redaksi LintasGlobe akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan pembaruan apabila informasi tambahan telah tersedia dari pihak kepolisian dan tenaga medis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar